<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tulisan @ Harapan Mulia</title>
	<atom:link href="http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com</link>
	<description>Sekolah Harapan Mulia, Sekolah Nasional Bernuansa Islam Terbesar di Bali</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Mar 2008 06:03:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tulisanharapanmulia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tulisan @ Harapan Mulia</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/osd.xml" title="Tulisan @ Harapan Mulia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Implementasi KBK – (Bag. 1)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-1/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 05:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[KBK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-1/</guid>
		<description><![CDATA[IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) Pendahuluan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disebut Kurikulum 2004, mulai diberlakukan secara berangsur-angsur tahun ajaran 2004-2005, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum 2004 diberlakukan sebagai pengganti Kurikulum 1994 Kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian merupakan tiga dimensi dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Kurikulum merupakan penjabaran dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=13&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)</span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Pendahuluan<br />
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disebut Kurikulum 2004, mulai diberlakukan secara berangsur-angsur tahun ajaran 2004-2005, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum 2004 diberlakukan sebagai pengganti Kurikulum 1994</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian merupakan tiga dimensi dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Kurikulum <span id="more-13"></span>merupakan penjabaran dan tujuan pendidikan yang menjadi landasan proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Penilaian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Seorang guru professional harus Menguasai ketiga dimensi tersebut, yaitu penguasaan kurikulum termasuk di dalamnya penguasaan materi, penguasaan metode pengajaran, dan penguasaan penilaian. Apabila guru memiliki kelemahan dalam satu dimensi, tentunya hasil belajar akan kurang optimum.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Karena itu perubahan kurikulum harus diantisipasi dan dipahami oleh berbagai pihak, karena kurikulum sebagai rancangan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran, yang akan menentukan proses dan hasil pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Perubahan kurikulum dari kurikulum berbasis isi ke kurikulum berbasis kompetensi berimplikasi pada terjadinya perubahan paradigm pada proses pembelajaran, yaitu dari apa yang harus diajarkan (isi) menjadi apa yang harus dikuasai peserta didik (komptensi).<br />
Perubahan kurikulum tersebut tidak hanya sekedar mengakibatkan terjadinya penyesuaian substansi materi dari format kurikulum yang menekankan pada isi ke kurikulum yang menekankan pada tuntutan kompetensi, tetapi juga terjadi pergeseran paradigm dari pendekatan pendidikan yang berorientasi masukan (input oriented education) ke pendekatan pendidikan yang berorientasi hasil atau standar (outcome based education)</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Perubahan kurikulum tersebut juga membawa implikasi terhadap cara guru mengajar (proses pembelajaran). Semula guru lebih menekankan pada selesainya pokok bahasan (isi), tetapi melupakan hasil. Dengan Kurikulum 2004, yang menekankan pada kompetensi (berbasis kompetensi), pendidikan lebih ditujukan kepada hasil dengan metode yang bervariasi.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007 </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=13&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Implementasi KBK – (Bag. 2)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-2/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 05:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[KBK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-2/</guid>
		<description><![CDATA[Komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pada KBK terdapat tiga komponen utama, yaitu : 1. Standar Kompetensi 2. Silabus 3. Persiapan mengajar Kompetensi Kompetensi yang ingin dicapai oleh suatu sekolah perlu didiskripsikan secara jelas dan tertulis, baik yang menyangkut kemampuan intelektual, sosial, emosional, moral maupun kemampuan spiritual untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan visi dan misi sekolah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=12&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)</b></p>
<p>Pada KBK terdapat tiga komponen utama, yaitu :<br />
1. Standar Kompetensi<br />
2. Silabus<br />
3. Persiapan mengajar</p>
<p><b>Kompetensi</b><br />
Kompetensi yang ingin dicapai oleh suatu sekolah perlu didiskripsikan secara jelas dan tertulis, baik yang menyangkut kemampuan intelektual, sosial, emosional, moral maupun kemampuan spiritual untuk<span id="more-12"></span> melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan visi dan misi sekolah.</p>
<p>Sedikitnya terdapat Sembilan kompetensi dasar yang perlu dikembangkan dalam implementasi Kurikulum 2004 di sekolah, agar peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik dan mendayagunakan hasil pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :<br />
1. Kompetensi dasar iman dan taqwa<br />
2. Kompetensi dasar bahasa asing (Inggris)<br />
3. Kompetensi dasar komputer dan internet<br />
4. Kompetensi dasar tata karma dan budi pekerti<br />
5. Kompetensi dasar komunikasi dan teknologi<br />
6. Kompetensi dasar penelitian<br />
7. Kompetensi dasar organisasi<br />
8. Kompetensi dasar kemasyarakatan<br />
9. Kompetensi dasar kewirausahaan</p>
<p><b>Silabus</b><br />
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang pengembangan kurikulum yang mencakup kegiatan pembelajaran, pengelolaan kurikulum berbasis sekolah dan hasil belajar serta penilaian berbasis kelas. Silabus merupakan kerangka inti dari Kurikulum 2004 yang berisikan tiga komponen utama, yang dapat menjawab permasalahan, yaitu :<br />
1. Kompetensi apa yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran<br />
2. Kegiatan apakah yang harus dilakukan untuk menanamkan kompetensi tersebut<br />
3. Upaya apa yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik</p>
<p>Silabus merupakan uraian yang lebih rinci mengenai kompetensi dasar, materi standar dan hasil belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik sehubungan suatu mata pelajaran.</p>
<p>Pengembangan silabus harus dilakukan secara sistematis, dan mencakup komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Beberapa komponen silabus yang harus dipahami antara lain:<br />
1. Kompetensi dasar<br />
Kompetensi dasar dalam silabus berfungsi untuk mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran<br />
2. Materi standar<br />
Materi standar dalam silabus berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada peserta didik dan guru tentang apa yang harus dipelajari dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.<br />
3. Hasil belajar<br />
Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh peserta didik, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji. Hasil belajar ini dapat berbentuk pengetahuan, ketrampilan maupun sikap.<br />
4. Indikator hasil belajar<br />
Indikator pencapaian hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pada peserta didik. Tanda-tanda ini lebih spesifik dan lebih dapat diamati dalam diri peserta didik. Jika serangkaian indicator hasil belajar sudah nampak pada diri peserta didik, maka target kompetensi dasar tersebut sudah tercapai.<br />
5. Penilaian berbasis kelas<br />
Penilaian berbasis kelas (PBK) dalam silabus berfungsi sebagai alat atau strategi untuk mengukur hasil belajar peserta didik. PBK melalui pendekatan proses dan hasil belajar dapat dilakukan dengan mengumpulkan hasil kerja peserta didik (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), dan tes tertulis. Hasil PBK dapat digunakan untuk memperbaiki program pembelajaran, menentukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi dasar dan prestasinya, dan menentukan keberhasilan penerapan kurikulum secara keseluruhan.<br />
6. Prosedur pembelajaran<br />
Prosedur pembelajaran dalam silabus berfungsi mengarahkan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh peserta didik dan guru dalam membentuk kompetensi dasar. Dalam garis besarnya prosedur pembelajaran ini mencakup :<br />
- Kegiatan awal (pembuka)<br />
- Kegiatan inti (pembentukan kompetensi)<br />
- Kegiatan akhir (penutup)<br />
Dalam kegiatan akhir dapat dilakukan penilaian untuk mencek ketercapaian kompetensi dasar oleh peserta didik.</p>
<p><b>Persiapan Mengajar</b><br />
Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang akan dilakukan. Dengan demikian persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi, yakni :<br />
1. Kompetensi dasar<br />
2. Materi standar<br />
3. Indikator hasil belajar<br />
4. Penilaian berbasis kompetensi</p>
<p>Tugas guru yang utama terkait dengan persiapan mengajar adalah menjabarkan silabus ke dalam persiapan mengajar yang lebih operasional dan rinci. Agar guru dapat membuat persiapan mengajar yang efektif dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan persiapan mengajar, baik berkaitan dengan hakekat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan persiapan mengajar serta cara mengukur efektifitas persiapan mengajar.</p>
<p>Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=12&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/implementasi-kbk-%e2%80%93-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Memilih Bahan Ajar – (Bag. 1)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-1/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 05:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Ajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-1/</guid>
		<description><![CDATA[KIAT MEMILIH BAHAN AJAR Masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru member bahan ajarterlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai oleh siswa. Pembelajaran berbasis kompetensi didasarkan atas pokok-pokok pikiran apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=11&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>KIAT MEMILIH BAHAN AJAR</b> Masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru member bahan ajarterlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai oleh siswa.</p>
<p>Pembelajaran berbasis kompetensi didasarkan atas pokok-pokok pikiran apa yang ingin dicapai oleh siswa melalui kegiatan pembelajaran yang harus dirumuskan dengan jelas. Perumusan dimaksud diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa.</p>
<p>Standar kompetensi berisikan standar materi dan standar isi. Standar materi berisikan jenis, kedalaman dan<span id="more-11"></span> ruang lingkup materi pembelajaran yang harus dikuasai siswa. Standar isi berisi tingkat penguasaan yang harus ditampilkan siswa. Tingkat penguasaan itu misalnya harus 100% atau boleh kurang dari 100%.</p>
<p>Cakupan atau ruang lingkup serta kedalaman materi pembelajaran perlu diperhatikan agar tidak kurang dan tidak lebih. Urutan perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi runtut. Perlakuan (cara mengajarkan / menyampaikan dan mempelajari) perlu dipilih setepat-tepatnya agar tidak salah mengajarkan atau mempelajarinya (misalnya perlu kejelasan apakah suatu materi harus dihafalkan, dipahami atau diaplikasikan).</p>
<p>Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=11&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Memilih Bahan Ajar – (Bag. 2)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-2/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 00:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Ajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari : pengetahuan, keterampilan, sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara rinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari : 1. Pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur) 2. Keterampilan 3. Sikap atau nilai Termasuk materi fakta adalah nama-nama obyek, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=10&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian Bahan Ajar<br />
Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari : pengetahuan, keterampilan, sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara rinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari :<br />
1. Pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur)<br />
2. Keterampilan<br />
3. Sikap atau nilai</p>
<p>Termasuk materi fakta adalah nama-nama obyek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dsb. (Ibukota RI adalah Jakarta, Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Presiden RI yang ke-4 <span id="more-10"></span>adalah Abdurrahman Wahid)</p>
<p>Termasuk materi konsep adalah pengertian, difinisi, cirri khusus, komponen atau bagian suatu obyek. (Kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran dan ada lengannya)</p>
<p>Termasuk materi prinsip adalah dalil, rumus, adagium, teorema atau hubungan antar konsep yang menggambarkan &#8220;jika &#8230;.. maka &#8230;. &#8221; (jika logam dipanaskan maka akan memuai, rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi)</p>
<p>Materi jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu tugas (langkah-langkah mengoperasikan komputer, cara menyetel televisi)</p>
<p>Materi sikap (afektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya kejujuran, kasih saying, tolong menolong, semangat dan minat belajar, semangat bekerja, dsb.</p>
<p>Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=10&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Memilih Bahan Ajar – (Bag. 3)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-3/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 00:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Ajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-3/</guid>
		<description><![CDATA[Klasifikasi Materi Pembelajaran Fakta Pengertian : menyebutkan kapan, berapa, siapa, dimana Contoh : - Puputan Margarana terjadi pada tanggal 20 Nopember 1946 - Setiap kesebelasan sepakbola bertanding terdiri dari 11 orang - Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta - Pura Besakih terletak di kabupaten Karangasem Konsep Pengertian : difinisi, identifikasi, klasifikasi, cirri-ciri khusus Contoh : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=9&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Klasifikasi Materi Pembelajaran</span></p>
<p><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Fakta</span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';"><br />
Pengertian : menyebutkan kapan, berapa, siapa, dimana<br />
Contoh :<br />
- Puputan Margarana terjadi pada tanggal 20 Nopember 1946<br />
- Setiap kesebelasan sepakbola bertanding terdiri dari 11 orang<br />
- Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta<span id="more-9"></span><br />
- Pura Besakih terletak di kabupaten Karangasem</span></p>
<p><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Konsep</span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';"><br />
Pengertian : difinisi, identifikasi, klasifikasi, cirri-ciri khusus<span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><br />
Contoh :<br />
- Hukum ialah peraturan yang harus dipatuh taati, dan jika dilanggar dikenai sanksi berupa denda atau pidana<br />
- Tukul Arwana adalah pembawa acara empat mata, berbadan semampai, rambut cepak, mata lebar dan bibir monyong</span></p>
<p><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Prinsip</span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';"><br />
Pengertian : penerapan dalil, hukum atau rumus (jika … maka …)<br />
Contoh :<br />
- Hukum permintaan dan penawaran (jika penawaran tetap permintaan naik, maka harga akan naik)</span></p>
<p><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Prosedur</span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';"><br />
Pengertian : bagan arus atau bagan alur, langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut<br />
Contoh :<br />
- Langkah-langkah menjumlahkan pecahan adalah :<br />
1. Menyamakan penyebut<br />
2. Menjumlah pembilang dengan pembilang dari penyebut yang telah disamakan<br />
3. Menuliskan dalam bentuk pecahan hasil penjumlahan pembilang dan penyebut yang telah disamakan</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=9&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Memilih Bahan Ajar – (Bag. 4)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-4/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 00:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Ajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-4/</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip-prinsip Pemilihan Bahan Ajar 1. Prinsip relevansi Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar Jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan 2. Prinsip konsistensi Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=8&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prinsip-prinsip Pemilihan Bahan Ajar</p>
<p><b>1. Prinsip relevansi<br />
</b>Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar<br />
Jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan</p>
<p><b>2. Prinsip konsistensi<br />
</b>Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, <span id="more-8"></span>maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam<br />
Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian</p>
<p><b>3. Prinsip kecukupan<br />
</b>Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa Menguasai kompetensi dasar yang diajarkan<br />
Jika materi terlalu sedikit dan kurang membantu, mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya</p>
<p>Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=8&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Memilih Bahan Ajar – (Bag. 5)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-5/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-5/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 00:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Ajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-5/</guid>
		<description><![CDATA[Strategi Penyampaian Bahan Ajar 1. Strategi urutan penyampaian simultan Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, baru kemudian diperdalam satu demi satu (metode global). Misalnya guru akan mengajarkan materi Rukun Islam. Mula-mula guru menyajikan kelima rukun sekaligus, kemudian setiap rukun disajikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=7&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Strategi Penyampaian Bahan Ajar</p>
<p><b>1. Strategi urutan penyampaian simultan</b><br />
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara <span id="more-7"></span>serentak, baru kemudian diperdalam satu demi satu (metode global). Misalnya guru akan mengajarkan materi Rukun Islam. Mula-mula guru menyajikan kelima rukun sekaligus, kemudian setiap rukun disajikan secara mendalam</p>
<p><b>2. Strategi urutan penyampaian suksesif</b><br />
<!--[if gte vml 1]&gt;                                                  &lt;![endif]--> Jika guru menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian suksesif, sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula</p>
<p><b>3. Strategi penyampaian fakta</b><br />
Jika guru menyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta (nama benda, nama tempat, sejarah, nama orang, nama lambing atau symbol, dsb) strategi yang digunakan untuk mengajarkan materi tersebut adalah sebagai berikut :<br />
- Sajikan materi fakta dengan lisan, tulisan, atau gambar<br />
- Berikan bantuan kepada siswa untuk menghafal. Bantuan diberikan dalam bentuk penyampaian secara bermakna, menggunakan jembatan ingatan /jembatan keledai<br />
Contoh penggunaan jembatan keledai / jembatan ingatan, misalnya :<br />
PAO-HOA (Panas April &#8211; Oktober, Hujan Oktober &#8211; April)<br />
Untuk menghafal nama-nama bulan berumur 30 hari digunakan AJUSENO (April, Juni, September, Nopember)</p>
<p><b>4. Strategi penyampaian materi pembelajaran prinsip</b><br />
Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum, dsb. Langkah-langkah mengajarkan materi pembelajaran jenis prinsip adalah :<br />
- Sajikan prinsip<br />
- Berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip<br />
- Berikan soal-soal latihan<br />
- Berikan umpan balik<br />
- Berikan tes</p>
<p>Contoh :<br />
Cara mengajarkan rumus menghitung luas bujur sangkar dengan tujuan siswa mampu menerapkan rumus tersebut.</p>
<p>Langkah 1 : sajikan rumus<br />
Rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi x sisi atau sisi kuadrat</p>
<p>Langkah 2 : memberikan bantuan<br />
Berikan bantuan cara menghafal rumus dilengkapi contoh penerapan rumus menghitung luas bujur sangkar. Misalnya sebuah karton berbentuk bujur sangkar panjang sisinya 30 cm<br />
Rumus : Luas bujur sangkar sisi x sisi<br />
Luas karton adalah 30 cm x 30 cm = 900 cm2</p>
<p>Langkah 3 : memberikan latihan<br />
Berikan soal-soal serupa dengan merubah bilangannya. Misalnya sisi karton 40 cm, 25 cm, dsb.</p>
<p>Langkah 4 : memberikan umpan balik<br />
Beritahukan kepada siswa apakah jawaban mereka betul atau salah. Jika betul berikan penguatan, misalnya &#8220;Ya jawabanmu betul&#8221;. Jika salah berikan koreksi pembetulan</p>
<p>Langkah 5 : berikan tes<br />
Berikan soal tes secukupnya menggunakan benda dengan panjang sisi yang berbeda pula. Misalnya:<br />
- Sebuah ubin marmer berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisinya 50 cm. hitunglah luas ubin itu?<br />
- Sebuah papan berbentuk bujur sangkar, panjang sisinya 35 cm. Berapakah luas papan itu?</p>
<p>Pengayaan<br />
Lantai sebuah ruangan ditutupi 20 buah keramik berbentuk bujur sangkar yang panjang sisinya 30 cm. Berapakah luas lantai ruang tersebut?</p>
<p>Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=7&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Memilih Bahan Ajar – (Bag. 6)</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-6/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 00:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Ajar]]></category>
		<category><![CDATA[materi pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-6/</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Menghafal Dalam Pembelajaran Ada 2 jenis menghafal 1. Menghafal verbal Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti adanya. Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa adanya. Misalnya : nama tempat, nama orang, bacaan shalat, dsb. 2. Menghafal paraphrase Menghafal paraphrase adalah menghafal tidak persis seperti apa adanya, tetapi dapat diungkapkan dengan kalimat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=6&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentang Menghafal Dalam Pembelajaran</p>
<p>Ada 2 jenis menghafal<br />
<b>1. Menghafal verbal</b><br />
Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti adanya. Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa adanya.<br />
Misalnya : nama tempat, nama orang, bacaan shalat, dsb.</p>
<p><b>2. Menghafal paraphrase</b><br />
Menghafal paraphrase adalah menghafal tidak <span id="more-6"></span>persis seperti apa adanya, tetapi dapat diungkapkan dengan kalimat atau bahasa sendiri.<br />
Misalnya : Isi Pembukaan UUD 1945, dalil Archimedes, sejarah Nabi Muhammad SAW, dsb.</p>
<p>(Kiat Memilih Bahan Ajar disarikan dari : Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar 2004 ,dengan penyesuaian &#8211; Gunawan)<br />
Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)<br />
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=6&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2007/08/06/kiat-memilih-bahan-ajar-%e2%80%93-bag-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Anak</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/07/mengenal-anak/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/07/mengenal-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2006 10:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/07/mengenal-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Hendaklah orang-orang takut kepada Allah, seandainya mereka meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar ( S. An-Nisa –9 ) Orang tua mana yang tidak akan bahagia, bila oleh Tuhan dikaruni anak? Semua orangtua tentu menginginkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=3&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Hendaklah orang-orang takut kepada Allah, seandainya mereka meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar ( S. An-Nisa –9 )</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Orang tua mana yang tidak akan bahagia, bila oleh Tuhan dikaruni anak?<br />
Semua orangtua tentu menginginkan anak <span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>hadir dalam kehidupan keluarganya.<br />
Bahkan tidak sedikit orangtua yang <span id="more-3"></span>belum dikaruniai putra, melakukan berbagai usaha dan upaya bahkan dana yang tidak sedikit agar buah cinta yang telah lama didambakan lahir ke alam wujud. Namun begitu anak lahir kealam dunia, tahukah anda bahwa seketika itu juga membentanglah keluasan lautan hayat yang akan ditempuh sang anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Aneka ragam persoalan yang memerlukan aneka kesanggupan untuk menghadapinya. Aneka ragam persoalan di sepanjang masa yang akan dilaluinya. Benar telah ada bekal yang diberi Tuhan. Bekal berupa benih-benih kesanggupan menghadapi masalah. Tetapi itu baru benih, siapa yang menanamnya agar tumbuh, siapa yang menyiram dan memberinya pupuk agar bagus perkembangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Anda harus yakin, bahwa beban pertama terletak pada pundak orang yang diberi anak oleh Tuhan. Ya siapa yang tidak gembira mendapat anak? Tetapi siapa pula yang tidak khawatir, akan menghadapi berbagai kemungkinan. Sudah pasti akan menghadapi berbagai kemungkinan. Dari kecil supaya menjadi besar, dari tidak berilmu menjadi berilmu, dari tidak bersopan santun menjadi bersopan santun, dari tidak sanggup berdiri sendiri, menjadi sanggup berdiri sendiri.<br />
Tidak mudah bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tetapi dalam hal ini anda sebagai orangtua harus konsekwen.Tugas berat itu harus anda selesaikan, tanpa ragu-ragu lagi. Anda harus mendidik! Dan anda harus sanggup mendidik anak. Biar bagaimana atau siapa, atau apapun kedudukan anak.<br />
Biar anda sedang dalam kelonggaran maupun sedang dalam keadaan kesempitan. Tidak ada kecualinya, anda harus memikul tugas dan tanggungjawab ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Anak anda merengek-rengek minta “sesuatu“. ”Terfikir“ oleh anda lebih baik anda pukul, lalu anda pukul dia. Sebenarnya bukan terfikir, tetapi lebih banyak terdorong oleh “suasana“ hati anda ketika melakukan pukulan. Lain kali, terhadap merengek-rengek lain pula sikap anda. Barangkali ketika itu fikiran anda sedang “terbuka“, lalu apa yang dikehendaki anak dengan merengek anda kabulkan.<br />
Rengek itu kemudian jadi jalan ke hati anda. Atau kadang-kadang anda jadi permainan anak. Karena dengan merengek itu ia bisa menyaksikan anda jadi “ bola tendangannya” sekali berada di sini, sekali dalam keadaan lain pula.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam hal ini anda menjadi obyek. Meminta dengan sewajarnya tidak diberi, meminta dengan rengek diberi. Jadi rengek/tangis adalah alat yang ampuh supaya kehendaknya diturut. Ini menjadi kebiasaan. Menurut Ilmu Jiwa Behaviorism pembentukan demikian disebut conditioning. Keinginan-keinginan untuk membentuk conditioning dengan rengek, tangis atau air mata. Air mata itu adalah pernyataan emosi yang terbentuk karena conditioning itu. Tiap-tiap kali ada kehendak, otomatis terjadi rengek dan keluarnya air mata. Bila terjadi demikian, fungsi-fungsi berfikir yang menetralkanemosi bila sedang bekerja, jadi tergenjet, jadi kurang kerjanya, fikiran jadi lemah. Emosi bersifat mengerem atau merintangi fikiran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam hal ini orangtua/pendidik harus kuat hatinya. Bila gejala perengek itu muncul lebih baik jangan dihiraukan. Jangan sampai ada kesan sama sekali bahwa ada harganya merengek itu. Paling kurang jangan ada kesan bahwa rengek itu dapat dipergunakan untuk menarik perhatian. Dalam hal yang sudah agak mendalam harus dibentuk kembali conditioningnya dengan bentuk-bentuk yang menunjukkan bahwa rengek dan tangis itu malah merugikan.Benar-benar terasa hendaknya oleh anak bahwa itu merugikan lahir batin. Dalam hal ini orangtua/pendidik ibarat berlomba dengan anak. Mana yang lebih kuat hati, atau yang lebih cepat. Maka dialah yang menang. Bila orangtua/pendidik kalah, maka berlakulah kehendak Si Anak. Katanya ibu kasihan pada anak lalu kemauannya dituruti dan banyak orangtua yang berdalih demikian.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mestinya tindakan orangtua bukan karena iba kasihan, melainkan karena sayang dan cinta. Faktor cintalah semestinya yang menyebabkan orangtua ingin melihat kemungkinan-kemungkinan hidup Anak di masa depan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ada juga orangtua/pendidik yang menjadikan anak sebagai obyek. Jadi taruhan yang akan diperjuangkan. Senang benar anda memperlakukan anak semaunya. Anda menyuruh ini menyuruh itu, larang ini larang itu. Coba kalau tidak dituruti, anda langsung bertindak. Tampak oleh anda anak itu lambat laun menjadi patuh dan patih benar.Senang hati anda melihat anak rajin. Sedangkan sebenarnya bukan rajin, tetapi hanya seperti mesin menurutkan perintah dan kemauan anda.<br />
Aspek (cara-cara dari segi) ini tentu buruk benar (kemungkinannya) akibat-akibatnya. Coba anda fikir, umur anak berlalu dengan tidak pernah akan kembali surut lagi. Apa yang buruk yang telah melekat pada umur 7 tahun misalnya tidak bisa kembali pulih seperti sebelum berumur 7 tahun. Mungkin anda berharap bahwa dengan jalan re-edukasi (pendidikan ulang) keburukan itu akan dapat diatasi. Tidak! Ia adalah ibarat luka, biarpun nanti sembuh namun bekas parutnya akan senantiasa berkesan. Biarpun orang itu telah tobat dari tabiat buruknya, tetapi orang itu akan tetap memperlihatkan kabut bekas nodanya. Lebih-lebih kalau keburukan itu menimbulkan cacat berantai. Orang peminum jadi pemabuk, pemabuk jadi penjudi, penjudi jadi pemadat, pemadat jadi pemalas, sakit-sakitan dan seterusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jadi re-edukasi adalah sukar dan berbelit. Perlu dipelajari sebaik-baiknya yang merupakan kumpulan dari berbagai disiplin ilmu. Ilmu penyakit jiwa, ilmu penyembuhan batin, dan ilmu masyarakat juga. Semuanya termasuk dalam ilmu pendidikan sukar (Heilpedagogik).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kekhilafan anak karena dengan tidak sengaja memecahkan gelas, tidak sepantasnya menimbulkan kemarahan orangtua (pendidik). Hanya dengan manis diberi nasehat supaya lebih berhati-hati di masa depan. Tetapi seharusnya pendidik marah benar, bila seorang anak melemparkan gelas sampai pecah karena kedongkolannya. Perbuatan inilah yang patut disesali dan perbuatan inilah yang perlu dihukum. Anak kehilangan suatu barang dengan tidak sengaja, kurang patut dihukum seberat dengan anak yang mencuri barang orang betapapun kecilnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Semua orangtua tentunya menginginkan kelak anak turunnya menjadi kuat jasmani rohaninya, tebal iman taqwanya, bakti pada orangtua, tinggi ilmu dan bahagia sejahtera hidupnya. Karena itu segala daya dan upaya dilakukan. Ibarat pepatah, bukit didaki, lembah ditimbuni tidak emas bungkal diasah, tidak air sumur digali, tidak kayu jenjang dikeping yang jauh diperdekat yang tinggi diperendah supaya bangunan bahagia yang didambakan lahir ke alam wujud.<br />
Tetapi ………….baik yang dihadang, buruk juga yang tiba. Keberhasilan yang dikejar kegagalan yang didapat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jika kegagalan dimaksud adalah kegagalan dalam studi di sekolah, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi anak yang perlu dipertimbangkan, antara lain:<br />
1. Rendahnya IQ ( Intelegensiz quotientien)<br />
2. Kemalasan belajar<br />
3. Kenakalan<b>Rendahnya IQ</b>Yang dimaksud dengan IQ rendah ialah IQ yang berada dibawah normal (-100). Anak yang mempunyai IQ demikian disangsikan kemampuannya untuk mengikuti pelajaran, karena daya pikir dan daya ingatannya lemah. Untuk mengatasi hal ini disarankan kepada orangtua/pendidik untuk membawa anak itu ke dokter atau psikiater untuk diperiksa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dari pemeriksaan akan diperoleh keterangan yang jelas tentang diri anak. Misalnya apakah anak tersebut mengidap suatu penyakit yang dapat mempengaruhi IQ nya. Dengan demikian orangtua/pendidik dapat bekerjasama dengan dokter/psikiater untuk meningkatkan IQ anak jika masih memungkinkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><b><span>Kemalasan belajar</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kemalasan belajar dapat disebabkanb oleh berbagai hal,mislanya karena mengidap suatu penyakit yang menyebabkan malas belajar,pembawaan dari lahir dan pemngaruh lingkungan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kalau anak mengidap penyakit maka harus segera dibawa ke dokter untuk diobati. Kalau sebab karena pembawan dari lahir, hal tersebut dapat dilakukan dengan latihan-latihan berkesinambungan yang terarah setiap hari sampai anak dapat melakukan sendiri tanpa dorongan orangtua sehingga gerakan anak menjadi dinamis. Tetapi kalau kemalasan karena factor lingkungan yang kurang baik, orangtua hendaknya berusaha mencari lingkungan yang agak baik atau membatasi pergaulan anak dengan anak-anak nakal yang ada dilingkungannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><b><span>Kenakalan</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Anak nakal sekali. Tidak suka tinggal di rumah. Apalagi belajar di rumah. Senangnya hanya berkawan-kawan, bergerombol siang malam. Kadang-kadang terlibat kasus kriminalitas. Faktor penyebab yang paling utama adalah factor sosiologis, disamping factor keluarga yang juga tidak dapat diabaikan (terlalu memanjakan, rumah tangga yang berantakan, bisa jadi penyebab anak nakal)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sejak kecil anak harus dibiasakan untuk sanggup bekerja sendiri. Ia harus produktif, biar bagaimanapun keadaannya. Makin besar makin dapat melakukan pekerjaan dan tugas tugas tertentu tanpa diperintah. Si pendidik tidak perlu memerintah dengan gaya aba-aba, tetapi mengajak dan merangsangkan saja segala kewajiban-kewajiban Si Anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Patuh berdasar disiplin adalah suatu keharusan, sehingga benar-benar menjadi kebiasaan.Kebiasaan yang akan dapat menjamin terlaksananya sifat-sifat yang baik pada anak . (Gunawan)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=3&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/07/mengenal-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Link Berita Tentang Sekolah Harapan Mulia</title>
		<link>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/06/link-berita-tentang-sekolah-harapan-mulia/</link>
		<comments>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/06/link-berita-tentang-sekolah-harapan-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2006 05:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harapanmulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/06/link-berita-tentang-sekolah-harapan-mulia/</guid>
		<description><![CDATA[Link Berita Tentang Sekolah Harapan Mulia Link berita http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&#38;op=viewarticle&#38;artid=183<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=15&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Link Berita Tentang Sekolah Harapan Mulia</p>
<p>Link berita <a href="http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=183">http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=183</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanharapanmulia.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanharapanmulia.wordpress.com&amp;blog=3218329&amp;post=15&amp;subd=tulisanharapanmulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanharapanmulia.wordpress.com/2006/09/06/link-berita-tentang-sekolah-harapan-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
